PELATIHAN SIKA PA LEVEL 2
Pelatihan SIKA adalah pelatihan Sistem Izin Kerja Aman yang dilaksanakan biasanya dilingkup kerja Offshore maupun Onshore Oil and Gas. Jadi sebelum dilaksanakannya pekerjaan di suatu area diharapkan membuat SIKA dahulu agar pekerjaan yang dilakukan aman dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja, meningkatkan efisiensi kerja dan membentuk budaya mendukung continual improvement.
continual improvement : ada jedanya, apakah masih layak/cukup untuk menghindari bahaya, dikaji dulu baru dilanjutkan.. outputnya sama, Zero incident
PA LEVEL 2 (Hari ke-1)
Pemateri :
Soal pretest :
1. What type of permit is required for opening live junction boxes, where terminals are exposed to the atmosphere - Izin kerja jenis apa yang diharuskan untuk membuka panel listrik aktif? *
2. The right hierarchy of control is - Hirarki pengendalian yang benar adalah? *
3. What is the daily validity of a cold work permit - Berapa lama validasi harian untuk Izin kerja cold work? *
4. What is a risk - Apa yang dimaksud dengan resiko? *
5. Who is responsible for approving all Level 2 Risk Assessments for non-compliant isolations - Siapa yang bertanggung jawab untuk mengesahkan semua penilaian resiko tingkat 2 untuk isolasi yang tidak memenuhi standar prosedur? *
6. These are information that need to written on the Authorization Letter, except - Berikut ini adalah informasi yang perlu dicantumkan pada Surat Otorisasi, kecuali? *
7. How often should a physical check be made on Long Term Isolation (LTI) points - Kapan pemeriksaan fisik secara rutin dilakukan pada isolasi LTI? *
8. What is the meaning of the word probability - Apa yang dimaksud dengan Probabilitas? *
An object placement relative to the danger zone called - Sebuah penempatan objek relatif terhadap area berbahaya disebut? *
9. What is an Isolation Risk Assessment (IRA) - Apa yang dimaksud IRA? *
Prinsip dasar SIKA:
Ada 5 prinsip dasar SIKA, yaitu:
1. Seluruh pekerjaan hanya boleh dilakukan bila tersedia pengelolaan resiko yang memadai
2. seluruh pekerja harus diberikan pelatihan dan memiliki kompetensi yang sesuai untuk dapat memahami resiko pekerjaan
3. apd harus digunakan sesuai dengan kajian resiko( bekerja di ketinggian, berhubungan dengan bahan kimia)
4. rencana tanggap darurat disusun berdasarkan potensi kecelakaan yang mungkin terjadi dan diterapkan sebelum pekerjaa dimulai
5. setiap pekerja memiliki wewenang untuk menghentikan pekerjaan yang tidak aman dan wajib melaporkan setiap insiden yang terjadi
Ruang lingkup:
1. area kerja AP PHE
12 ELEMENT SIKA:
semua sesuai PDCA, :
1. Prosedur dan strategi implementasi tertulis
Untuk menjelaskan bagaimana SIKA dilakukan dan memastikan dokumen sesuai dengan SMKD(Sistem manajemen kontrol dokumen)
2. Peran , tanggung jawab dan akuntabilitas
Seluruh peran dan TJ yang diperlukan untuk menjalankan SIKA dan TKO harus diidentifikasi, dijabarkan kepada pekerja kompeten, diberikan otorasi dan bukti yang dapat diaudit tersedia(auditable)
3. Pelatihan dan Kompetensi
Seluruh pekerja harus mendapatkan pelatihan. Sertifikat pelatihan berlaku selama 3 tahun.
4. Perencanaan dan penjadwalan
5. Kajian Resiko
kajian resiko harus sesuai hirarki pengendalian resiko
- Level 1 = tertulis di badan permit di box 2
- Level 2 = menggunakan formulir khusus
6. Izin Kerja(PTW)
7. Komunikasi Tertulis
Untuk menjelaskan pekerjaan secara aman, seluruh pekerja harus mengetahui bahaya terindentifikasi dan tindakan pengendalian yang harus dilakukan
8. Pemantauan Berkala Pekerjaan Yang Sedang Berjalan
AA(Area Authority) harus mengunjungi dan memeriksa lokasi kerja secara berkala untuk memastikan bahwa kondisi yang diuraikan dalam PTW tidak berubah dan pekerjaan dapat berlangsung aman.
9. Meninggalkan Pekerjaan Dalam Kondisi Aman
Sebelum PTW ditutup, lokasi kerja harus diinspeksi oleh AA untuk memastikan bahwa tidak ada potensi kecelakaan yang tersisa
10. Menghentikan Pekerjaan Yang Tidak Aman
Setiap pekerja berwenang untuk menghentikan pekerjaan yang berpotensi tidak aman.
tata cara menghentikan pekerjaan:
TOFS (Time Out For Safety) - Hentikan, amankan dan laporkan, rencanakan dan persiapkan pekerjaan, lanjutkan pekerjaan
11. Pembelajaran Internal dan Eksternal
Seluruh pembelajaran yang diperoleh harus ditinjau keterkaitannya dengan penerapan SIKA untuk didistribusikan dan didokumentasikan
12. Inspeksi, Audit dan tinjauan Berlaka
Tujuannya untuk penerapan SIKA. Setiap temuan harus ditinjau, ditindaklanjuti dan dikomunikasikan ke manajemen.
inspeksi visual= non PTW, cukup merujuk pada Tata Kerja Individual
PA Level 1 dan 2:
SIKA - PERAN DAN TANGGUNG JAWAB
A. Organisasi SIKA
Line manager, SC-HSSE personel, PTWC=AA=RA TL, IA=PA=AGT=FW
SC= site controler
PTWC= PTW Coordinator
RA TL= Risk Assessment Team Leader
IA= Isolating Authority
PA= Performing Authority
AGT = Authorized Gas Tester
FW= FIre Watcher
SC itu sama dengan OIM atau OM gak si?
Menerbitkan izin kerja itu area authority
Mengotorisasi izin kerja itu SC
Fungsi Affected Area Authority ( AAA )
- Melakukan kunjungan lokasi dengan AA dan PA
- Mengkomunikasikan bahaya yang akan timbul
- Menandatangani izin kerja yang berdampak pada wilayah kerjanya
Kenapa harus membentuk tim untuk melaksanakan L2RA?
dibentuk harus minimal 3 orang ( PA, Orang kompeten dan AA ).. Dibentuk agar mempunyai pemahaman yang sama untuk identifikasi bahaya yang ada, jadi setidaknya mempunyai ownership atau kepemilikan. .. agar tidak menghadirkan pemahaman yang unik dan mengurangi kekeliruan.
Bahaya adalah: sebuah kondisi yang dapat menyebabkan 4 hal, yaitu cedera, kerusakan lingkungan, kerusakan fasilitas atau peralatan dan menurunnya reputasi perusahaan.
contoh: tumpahan minyak
sumber informasi untuk identifikasi bahaya dapat didapatkan dari:
- msds
- pengalaman pekerja
- laporan insiden
- laporan pengamatan dan inspeksi
- HIRADC
- kajian resiko tugas sebelumnya
- IK
- Site pre job inspection
PPE gausah dicantumkan di L2RA
ALARP dapat menurunkan resiko sisa
kalau hijau cukup TTD OIM
kalau kuning TTD OM
Kalau orange bisa ke senior manager
kalau merah ke GM
Komentar
Posting Komentar