Perkembangan Peradaban Zaman 1.0 sampai 5.0

 Rezky Alifya Taufani

202133900

Perkembangan Peradaban Zaman 1.0 Sampai 5.0

Revolusi Industri 1.0 - Seiring berkembangnya zaman, industri mengalami berbagai perubahan dan perkembangan teknologi. Revolusi industri pertama dimulai pada abad ke-18 yaitu di tahun 1750-1850. Dengan munculnya revolusi industri pertama terjadi perubahan pada berbagai bidang yaitu pertanian, transportasi ataupun manufaktur. Revolusi industri 1.0 mengakibatkan manusia dan hewan mulai tergantikan dengan mesin-mesin karena adanya penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi maupun untuk transportasi. Dari segi ekonomi, akibat kemunculan revolusi industri 1.0 mengakibatkan pendapatan perkapita negara menjadi naik pesat.

Revolusi Industri 2.0 - Pada pertengahan tahun 1800-an revolusi industri 1.0 berakhir dan pada tahun 1870 revolusi industri 2.0 dimulai. Revolusi industri 2.0 ditandai dengan adanya penemuan pembangkit listrik yang membuat proses produksi lebih murah dan terciptanya assembly line yang menggunakan ban berjalan untuk keperluan produksi maupun aktivitas industri. 









Revolusi Industri 3.0 - Straubhaar dan LaRose (2011) menyatakan bahwa perubahan teknologi sebagai suatu   revolusi yang dialami masyaraakat dalam kehidupannya karena perkembangan teknologi. Revolusi industri 3.0 muncul dengan adanya penemuan mesin yang bergerak dan sistem-sistem sudah menjadi otomatis atau menggunakan robot dan komputer. Pada revolusi ini peran manusia semakin tergantikan dengan teknologi. Meskipun begitu, dari segi positifnya dengan kemunculan sistem komputerisasi tersebut dapat memudahkan pekerjaan manusia.`


Revolusi Industri 4.0 - Sudah tidak asing lagi ketika mendengar Revolusi industri 4.0 baik dikalangan akademisi, pemerintah ataupun masyarakat biasa. Ketika revolusi industri 4.0 muncul, Akademisi maupun mahasiswa mulai meneliti dan mengkaji mengenai revolusi industri 4.0. Selain itu, pemerintah pun ikut membahas revolusi industri 4.0 untuk membuat kebijakan kebijakan baru. 


Presiden Indonesia Joko Widodo pada tanggal 4 April 2018 meluncurkan Making Indonesia 4.0 yaitu peta jalan (road map) dan strategi dalam memasuki era digital dunia. Penyusunan peta jalan ini melibatkan berbagi pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset, dan pendidikan. Melalui strategi Making Indonesia 4.0, pemerintah akan fokus pada lima teknologi utama yaitu (1) internet of things, (2) artificial intelligence, (3) human-machine interface, (4) teknologi robotik dan sensor, dan (5) teknologi 3D printing. 

Kehadiran Revolusi Industri 4.0 berupa peningkatan perkembangan teknologi sangat canggih yang berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), perdagangan digital (e-commerce), data raksasa, teknologi finansial, ekonomi berbagi, hingga penggunaan robot (Prasetiantono, 2018).

Fenomena penemuan yang dihasilkan revolusi industri 4.0 ialah adanya teknologi digital komputer, digitalisasi mata uang (e-money), pemakaian media digital, belanja digital, serta film berbasis digital. 

Selain itu, jika kita melihat kebelakang kita dapat menemukan kasus Y2K. Y2K atau kepanjangan dari Year 2 Kilo atau Year 2000 adalah suatu kejadian perubahan sistem digit tahun pada sistem komputer antara tahun 1999 ke 2000. Pada saat itu terjadi perubahan besar-besaran sistem “century” pada bahasa pemprograman menjadi 4 digit. Sistem komputer AS400 digeser oleh Platinum 2000. Jadi tanpa kita sadari, revolusi 4.0 sudah dimulai sejak kasus Y2K ada.


Revolusi Industri 5.0 - “Selamat Tinggal Revolusi Industri 4.0, Selamat Datang Revolusi Industri 5.0”. Memang revolusi bisa datang kapan saja, baik negara berkembang ataupun di negara maju. Dunia ini bergerak sangat cepat, di Indonesia, pemerintah masih menggalakkan terkait kebijakan Revolusi Industri 4.0 dan sisi positifnya saat ini sudah ada perusahaan teknologi yang mengdigitalisasi banyak hal, baik belanja, uang elektronik sampai penginapan hotel, sebagai wujud terwujudnya pelaksanaan revolusi industri 4.0. Akan tetapi di tahun 2019 muncul revolusi yang dinamakan “Society 5.0”. Society 5.0 adalah sebuah konsep yang dihadirkan oleh federasi Bisnis Jepang. Konsep Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0 tidak berbeda jauh. Revolusi Industri 4.0 mengarah kepada penggunaan Kecerdasan Buatan (artificial Intellegent) sedangkan society 5.0 memfokuskan kepada kompunen manusianya. Society 5.0 adalah dimana teknologi harusnya menjadi bagian dari diri manusia itu sendiri. 

Society 5.0 benar-benar mengandalkan proses integrasi yang sangat baik antara physical space (dunia nyata di mana manusia berada) dengan cyberspace (dunia maya di mana informasi disimpan dengan memanfaatkan teknologi). Untuk itu dalam upaya menuju Society 5.0 dibutuhkan kerjasama baik dikalangan akademisi maupun setiap individu di setiap negara nya.





1. Abdullah, Farid. Fenomena Digital Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa 

dan Desain vol 4 No. 1. April 201 

2. Baenanda, Listhari. Sejarah dan Perkembangan Revolusi Industri. 

https://binus.ac.id/knowledge/2019/05/sejarah-dan-perkembangan-revolusi-industri/. 02 

Mei 2019

3. Budi, Donny. 2018. Sejarah Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0. 

https://otomasi.sv.ugm.ac.id/2018/10/09/sejarah-revolusi-industri-1-0-hingga-4-0/ (09 

oktober 2018, 09.44)

4.   Faruqi, U. A. (2019 Volume 02). Survey Paper : Future Service in Industry 5.0. Jurnal Sistem Cerdas, 67-69.


5.  PUSPITA, Y. F. (2020). Selamat Tinggal Revolusi Industri 4.0, Selamat Datang Revolusi Industri 5.0. Palembang: Universitas PGRI Palembang.

6.    University, B. (2021, Mei 23). Sejarah Revolusi Industri 4.0 dan Bedanya Dengan Society 5.0. Retrieved Mei Minggu, 2021, from Binus University Online Learning: https://onlinelearning.binus.ac.id/2021/05/23/sejarah-revolusi-industri-4-0-dan-bedanya-dengan-society-5-0/






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELATIHAN SIKA PA LEVEL 2